METODE PENANGKAPAN ALAT
TANGKAP
PUKAT CINCIN(PURSE
SEINE)
Oleh:
ANANDA DWI
RIZKI
1811103010064
JURUSAN
PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS
KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS
SYIAH KUALA
DARUSSALAM,
BANDA ACEH
NOVEMBER
2019
A. Defenisi Pukat Cincin (Purse seine)
Pukat cincin (purse seine) adalah alat penangkap ikan dari jaring yang dioperasikan
dengan cara melingkari
gerombolan ikan hingga alat berbentuk seperti mangkuk pada akhir proses
penangkapan ikan. Hasil utama tangkapan pukat cincin
adalah ikan pelagis baik itu ikan pelagis besar maupun ikan pelagis kecil karna
sifatnya yang begerombol. Karena target utama berupa ikan pelagis maka daerah
penangkapan alat tangkap ini ialah laut lepas tepatnya dipermukaan air.
B. Kontruksi Pukat Cincin (Purse seine)
Kontruksi alat tangkap
pukat cincin (Purse
seine) umumnya terbagi atas 2 bagian yaitu badan dan sayap.
Bagian-bagian dari kontruksi alat tangkap ini diantaranya ialah:
1. Pelampung
2. Cincin
3. Tali ris atas
4. Tali ris bawah
5. Tali pelampung
6. Tali pemberat
7. Tali selambar
8. Tali kang
9. Tali kolor
10. Serampatan
11. Pemberat
Gambar 1. Kontruksi alat
tangkap pukat cincin (Purse seine)
C. Metode Pengoperasian Pukat Cincin (Purse seine)
Metode penangkapan alat tangkap pukat cincin (Purse
seine) umumnya bersifat menyaring (Filtering). Alat tangkap
pukat cincin (Purse seine) umumnya
dioperasikan secara aktif, yaitu dengan cara mengejar dan melingkari
kawanan ikan dengan jaring yang nantinya akan membentuk kerucut/kantong. Karena
sifatnya yang menyaring umumnya hasil tangkapan akan berjumlah banyak dan
melimpah.
Operasi penangkapan
dengan alat
tangkap pukat cincin (Purse seine) terdiri atas 5 tahapan,
diantaranya ialah sebagai berikut:
1. Proses Persiapan
Gambar 2.
Proses Persiapan
Proses persiapan sebelum melakukan penangkapan terjadi sejak
di pelabuhan. Persiapan di pelabuhan dimulaidari pengisian bahan bakar maupun
oli, lalu memuat perbekalan untuk konsumsi para ABK, dan memuat perbekalan
untuk perawatan kapal serta pengurusan surat ijin belayar.
Sebelum berlayar kapal harus memenuhi persyaratan melaut
yaitu: laik laut, laik tangkap dan laik simpan. Laik laut dikeluarkan oleh
syahbandar. Sedangkan laik tangkap dan laik simpan dikeluarkan oleh Direktorur
Kapal Penangkapan Ikan dan Alat Penangkapan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan
Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan.
2.Penentuan Daerah Penangkapan (Fishing
Ground)
Gambar 3. Penentuan
Daerah Penangkapan (Fishing Ground)
Setelah persiapan dikapal maka perlu adanya penentuan daerah
penangkapan sebelum dilakukannya proses penangkapan. Daerah penangkapan umumnya
merupakan daerah yang memiliki sumberdaya ikan yang melimpah dan berkualitas.
Penentuan daerah penangkapan diperlukan agar ketika dilakukan operasi penangkapan
maka hasil tangkapan yang diperoleh akan melimpah dan banyak.
3. Proses Penurunan (Setting)
Gambar 4. Proses Penurunan (Setting)
Alat tangkap pukat cincin akan mulai diturunkan (setting)
setelah mengetahui keberadaan kawanan ikan (schooling). Target
utama alat tangkap ini adalah ikan pelagis baik itu besar maupun kecil. Ikan
pelagis adalah ikan yang sering bergerombol di bawah benda yang mengapung di
laut. Karena kebiasaan itu, para nelayan berinisiatif utk menggunakan alat
bantu berupa rumpon. Rumpon adalah alat bantu penangkapan ikan yang digunakan
untuk memikat ikan-ikan agar berkumpul pada satu daerah tertentu sehingga
mudah untuk ditangkap. Alat bantu ini telah banyak digunakan untuk memikat ikan
pelagis agar bergerombol dan berkumpul di permukaan dan mudah dilingkari oleh jaring
pukat cincin.
Setting dimulai dengan menurunkan skift boat (sistem group)
yang berguna untuk menahan ujung jaring yang kemudian kapal akan mengejar lalu melingkari
kawanan ikan pelagis sebelumnya.
4. Proses Penarikan (Hauling)
Gambar 5. Proses
Penarikan (Hauling)
Setelah kawanan ikan pelagis dilingkari maka tahap
selanjutnya ialah proses penarikan tali kerut/kolor hingga bagian bawah jaring
tertutup rapat agar ikan yang dilingkari sebelumnya terkurung oleh jaring yang
telah membentuk kantong. Selanjutnya salah satu ujung jaring dimasukan ke dalam
power block agar dapat ditarik dan lingkaran jaring menjadi kecil sehingga
penaikan ikan keatas kapal lebih mudah.
5. Proses Pengambilan/Penanganan Hasil
Tangkapan
Gambar 6. Proses
Pengambilan/Penanganan Hasil Tangkapan
Ikan yang sudah terkurung didalam kantong jaring akan diambil
menggunakan serok hingga semua ikan yang tertangkap sebelumnya dikeluarkan lalu
dimasukan ke dalam palka penyimpanan yang berpendingin. Pendinginan ikan
dilakukan menggunakan air laut yang didinginkan dan ditambah garam agar
salinitasnya tinggi dan tidak akan membeku hingga suhu –10oC. Sedangkan
untuk nelayan tradisional biasanya cukup menggunakan es saja yang telah dibawa
sebelumnya ketika proses persiapan.
Berikut metode penangkapan alat tangkap pukat cincin (Purse seine):
Sumber : Course of YouTube
KESIMPULAN
Alat tangkap pukat cincin adalah alat tangkap yang terdiri atas 5 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap penentuan daerah tangkapan (Fishing ground), tahap penurunan (Setting), tahap penarikan (Hauling), dan tahap pengambilan/penanganan hasil tangkapan







