Kamis, 21 November 2019

ANALISIS SISTEM PERIKANAN TANGKAP


METODE PENANGKAPAN ALAT TANGKAP
PUKAT CINCIN(PURSE SEINE)

Oleh:

ANANDA DWI RIZKI
1811103010064



JURUSAN PEMANFAATAN SUMBERDAYA PERIKANAN
FAKULTAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS SYIAH KUALA
DARUSSALAM, BANDA ACEH
NOVEMBER 2019



A. Defenisi Pukat Cincin (Purse seine)
          Pukat cincin (purse seine) adalah alat penangkap ikan dari jaring yang dioperasikan dengan cara melingkari gerombolan ikan hingga alat berbentuk seperti mangkuk pada akhir proses penangkapan ikan. Hasil utama tangkapan pukat cincin adalah ikan pelagis baik itu ikan pelagis besar maupun ikan pelagis kecil karna sifatnya yang begerombol. Karena target utama berupa ikan pelagis maka daerah penangkapan alat tangkap ini ialah laut lepas tepatnya dipermukaan air.

B. Kontruksi Pukat Cincin (Purse seine)
Kontruksi alat tangkap pukat cincin (Purse seine) umumnya terbagi atas 2 bagian yaitu badan dan sayap. Bagian-bagian dari kontruksi alat tangkap ini diantaranya ialah:
1.  Pelampung
2.  Cincin
3.  Tali ris atas
4.  Tali ris bawah
5.  Tali pelampung
6.  Tali pemberat
7.  Tali selambar
8.  Tali kang
9.  Tali kolor
10. Serampatan
11. Pemberat
Gambar 1. Kontruksi alat tangkap pukat cincin (Purse seine)

C. Metode Pengoperasian Pukat Cincin (Purse seine)
Metode penangkapan alat tangkap pukat cincin (Purse seine) umumnya bersifat menyaring (Filtering). Alat tangkap pukat cincin (Purse seine) umumnya  dioperasikan secara aktif, yaitu dengan cara mengejar dan melingkari kawanan ikan dengan jaring yang nantinya akan membentuk kerucut/kantong. Karena sifatnya yang menyaring umumnya hasil tangkapan akan berjumlah banyak dan melimpah.
Operasi penangkapan dengan alat tangkap pukat cincin (Purse seine) terdiri atas 5 tahapan, diantaranya ialah sebagai berikut:
1. Proses Persiapan

Gambar 2. Proses Persiapan
Proses persiapan sebelum melakukan penangkapan terjadi sejak di pelabuhan. Persiapan di pelabuhan dimulaidari pengisian bahan bakar maupun oli, lalu memuat perbekalan untuk konsumsi para ABK, dan memuat perbekalan untuk perawatan kapal serta pengurusan surat ijin belayar.
Sebelum berlayar kapal harus memenuhi persyaratan melaut yaitu: laik laut, laik tangkap dan laik simpan. Laik laut dikeluarkan oleh syahbandar. Sedangkan laik tangkap dan laik simpan dikeluarkan oleh Direktorur Kapal Penangkapan Ikan dan Alat Penangkapan Ikan Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Departemen Kelautan dan Perikanan.

2.Penentuan Daerah Penangkapan (Fishing Ground)

Gambar 3. Penentuan Daerah Penangkapan (Fishing Ground)
Setelah persiapan dikapal maka perlu adanya penentuan daerah penangkapan sebelum dilakukannya proses penangkapan. Daerah penangkapan umumnya merupakan daerah yang memiliki sumberdaya ikan yang melimpah dan berkualitas. Penentuan daerah penangkapan diperlukan agar ketika dilakukan operasi penangkapan maka hasil tangkapan yang diperoleh akan melimpah dan banyak.

3. Proses Penurunan (Setting)

Gambar 4. Proses Penurunan (Setting)
Alat tangkap pukat cincin akan mulai diturunkan (setting) setelah mengetahui keberadaan kawanan ikan (schooling).  Target utama alat tangkap ini adalah ikan pelagis baik itu besar maupun kecil. Ikan pelagis adalah ikan yang sering bergerombol di bawah benda yang mengapung di laut. Karena kebiasaan itu, para nelayan berinisiatif utk menggunakan alat bantu berupa rumpon. Rumpon adalah alat bantu penangkapan ikan yang digunakan untuk memikat ikan-ikan agar berkumpul pada satu daerah tertentu sehingga  mudah untuk ditangkap. Alat bantu ini telah banyak digunakan untuk memikat ikan pelagis agar bergerombol dan berkumpul di permukaan dan mudah dilingkari oleh jaring pukat cincin.
Setting dimulai dengan menurunkan skift boat (sistem group) yang berguna untuk menahan ujung jaring yang kemudian kapal akan mengejar lalu melingkari kawanan ikan pelagis sebelumnya.

4. Proses Penarikan (Hauling)

Gambar 5. Proses Penarikan (Hauling)
Setelah kawanan ikan pelagis dilingkari maka tahap selanjutnya ialah proses penarikan tali kerut/kolor hingga bagian bawah jaring tertutup rapat agar ikan yang dilingkari sebelumnya terkurung oleh jaring yang telah membentuk kantong. Selanjutnya salah satu ujung jaring dimasukan ke dalam power block agar dapat ditarik dan lingkaran jaring menjadi kecil sehingga penaikan ikan keatas kapal lebih mudah.

5. Proses Pengambilan/Penanganan Hasil Tangkapan

Gambar 6. Proses Pengambilan/Penanganan Hasil Tangkapan
Ikan yang sudah terkurung didalam kantong jaring akan diambil menggunakan serok hingga semua ikan yang tertangkap sebelumnya dikeluarkan lalu dimasukan ke dalam palka penyimpanan yang berpendingin. Pendinginan ikan dilakukan menggunakan air laut yang didinginkan dan ditambah garam agar salinitasnya tinggi dan tidak akan membeku hingga suhu  –10oC. Sedangkan untuk nelayan tradisional biasanya cukup menggunakan es saja yang telah dibawa sebelumnya  ketika proses persiapan.

Berikut metode penangkapan alat tangkap pukat cincin (Purse seine):
Sumber : Course of YouTube


KESIMPULAN
Alat tangkap pukat cincin adalah alat tangkap yang terdiri atas 5 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap penentuan daerah tangkapan (Fishing ground), tahap penurunan (Setting), tahap penarikan (Hauling),  dan tahap pengambilan/penanganan hasil tangkapan

ANALISIS SISTEM PERIKANAN TANGKAP

METODE PENANGKAPAN ALAT TANGKAP PUKAT CINCIN( PURSE SEINE ) Oleh: ANANDA DWI RIZKI 1811103010064 JURUSAN PEMANFAATAN...